ALEXANDRIA, Mesir — Komisi Internasional untuk Dialog Teologis Anglikan-Ortodoks (ICAOTD) mengadakan pertemuan di Alexandria, Mesir, pada 19–24 September 2026. Pertemuan ini membahas misi Kristen, kesaksian gereja, pertobatan, pemuridan, serta formasi umat di tengah tantangan kehidupan Kristen masa kini.
Menurut pemberitaan Anglican Communion News Service yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026 dan kembali ditampilkan sebagai berita dialog ekumenis pada 18 Oktober 2026, pertemuan tersebut berlangsung atas undangan Patriarkat Ortodoks Yunani Alexandria dan Seluruh Afrika. Peserta berasal dari tradisi Anglikan dan Ortodoks yang berada dalam persekutuan dengan Patriarkat Ekumenis.
Agenda utama komisi adalah melanjutkan penyusunan dokumen berjudul “Witnessing to Christ in the Contemporary World”. Dokumen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kedua tradisi untuk merefleksikan cara gereja memberikan kesaksian tentang Kristus dalam konteks dunia kontemporer.
Formasi umat menjadi perhatian utama
Pembahasan di Alexandria memberikan perhatian khusus pada formasi Kristen. Dalam kerangka dialog tersebut, formasi tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses yang menolong umat hidup sebagai orang Kristen, bertumbuh dalam Kristus, dan mengambil bagian dalam kehidupan gereja.
Para teolog Anglikan dan Ortodoks membahas bagaimana gereja membentuk umat melalui pertumbuhan iman, kehidupan sakramental, pengambilan keputusan moral, serta kesiapan untuk melayani dan menjalankan misi. Dengan demikian, formasi berkaitan dengan keseluruhan perjalanan kehidupan umat: dari pemuridan dan pertobatan hingga kesaksian di tengah masyarakat.
Fokus ini menghubungkan dimensi teologis dan praktis kehidupan gereja. Pertumbuhan dalam iman tidak dipisahkan dari kehidupan sakramental, sementara pengambilan keputusan moral dipandang dalam kaitannya dengan pembentukan karakter dan kesetiaan kepada Kristus. Pada saat yang sama, umat diperlengkapi agar dapat mengambil bagian dalam pelayanan serta misi gereja.
Melanjutkan lebih dari 50 tahun dialog
Pertemuan Alexandria juga digunakan untuk menyelesaikan bahan publikasi yang menandai lebih dari 50 tahun dialog teologis Anglikan-Ortodoks. Sejarah panjang tersebut menjadi konteks penting bagi pekerjaan komisi dalam menyusun dokumen dan merumuskan bahan yang dapat membantu gereja memahami perkembangan dialog antara kedua tradisi.
Dialog teologis Anglikan-Ortodoks berlangsung dengan perhatian pada kesaksian gereja dan panggilan untuk menghadirkan iman Kristen dalam kehidupan nyata. Dalam pertemuan ini, pembahasan tentang misi, pemuridan, pertobatan, dan formasi umat ditempatkan bersama sebagai bagian dari upaya memahami bagaimana gereja dapat terus bersaksi kepada dunia.
Namun, hasil pertemuan tersebut tidak hanya dirumuskan melalui pembahasan akademis. Rangkaian kegiatan juga mencakup doa dan ibadah bersama, yang menegaskan bahwa dialog berlangsung dalam konteks kehidupan gerejawi. Doa dan ibadah menjadi bagian dari perjumpaan para peserta dari dua tradisi yang terlibat dalam proses dialog.
Pertemuan dengan pemimpin gereja
Selama berada di Alexandria, para peserta mengunjungi Patriark Theodoros II. Komisi juga menerima sambutan dari Uskup Agung Anglikan Samy Shehata. Pertemuan dengan para pemimpin gereja tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ICAOTD di Mesir.
Keterangan mengenai pertemuan ini disampaikan melalui laporan Anglican Communion News Service. Karena laporan independen kedua yang setara belum tersedia, perkembangan tersebut perlu dipahami berdasarkan atribusi kepada pemberitaan dan komunike resmi yang terkait dengan pertemuan komisi. Tidak ada klaim tambahan mengenai keputusan doktrinal di luar informasi yang telah diumumkan.
Misi dan kesaksian dalam dunia kontemporer
Judul dokumen yang sedang disusun, “Witnessing to Christ in the Contemporary World”, menunjukkan perhatian komisi terhadap hubungan antara iman gereja dan konteks dunia masa kini. Bagi kedua tradisi, kesaksian Kristen berkaitan dengan cara gereja menjalankan panggilan untuk menghadirkan Injil melalui kehidupan umat, ibadah, pelayanan, dan misi.
Dalam pembahasan Alexandria, formasi umat menjadi salah satu dasar bagi kesaksian tersebut. Gereja tidak hanya dipanggil untuk berbicara tentang iman, tetapi juga membentuk umat yang hidup dalam iman, bertumbuh dalam Kristus, mampu membedakan pilihan moral, dan siap melayani. Karena itu, pemuridan dan formasi memiliki hubungan langsung dengan misi gereja.
Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa misi tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan eksternal gereja. Misi berkaitan dengan pembentukan komunitas dan individu yang mengambil bagian dalam kehidupan gereja serta diperlengkapi untuk memberi kesaksian. Pembahasan itu menjadi salah satu tema penting yang dibawa ke dalam proses penyusunan dokumen komisi.
Agenda dialog berikutnya di Lisbon
ICAOTD dijadwalkan mengadakan pertemuan berikutnya di Lisbon, Portugal, pada 17–24 September 2027. Pertemuan tersebut akan melanjutkan proses dialog yang dibahas di Alexandria, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan kesaksian gereja, formasi umat, dan misi Kristen.
Rangkaian pertemuan di Alexandria memperlihatkan kesinambungan dialog Anglikan-Ortodoks yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. Melalui pembahasan teologis, doa dan ibadah bersama, serta perhatian pada pembentukan umat, komisi melanjutkan upaya untuk memperdalam pemahaman kedua tradisi mengenai panggilan gereja dalam dunia kontemporer.