MANILA, Filipina — Christian Conference of Asia (CCA) mengumumkan penyelenggaraan Ecumenical Women’s Action Against Violence (EWAAV) Southeast Asia Consultation pada 13 Oktober 2026. Konsultasi ekumenis perempuan Asia Tenggara 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina, pada 14–16 Oktober 2026.
Pertemuan ini akan mempertemukan pemimpin perempuan gereja dari berbagai konstituensi anggota CCA di kawasan Asia Tenggara. Fokus utamanya adalah memperkuat tindakan ekumenis untuk membela martabat dan hak perempuan, sekaligus meningkatkan respons gereja terhadap kekerasan berbasis gender, diskriminasi, dan ketimpangan.
Pengumuman CCA pada 13 Oktober merupakan pemberitahuan mengenai agenda yang akan berlangsung pada hari berikutnya. Dengan demikian, informasi tentang konsultasi ini perlu dibedakan dari hasil pelaksanaan kegiatan. Sampai konsultasi dimulai, belum ada keputusan akhir atau capaian bersama yang dapat dilaporkan.
Memperkuat tanggung jawab gereja
Melalui konsultasi tersebut, CCA menempatkan gereja sebagai bagian penting dalam upaya mengenali dan merespons berbagai bentuk kekerasan serta ketidakadilan yang dialami perempuan. Ruang perjumpaan antargereja diharapkan membantu peserta melihat persoalan tersebut secara lebih menyeluruh, baik dari sisi kehidupan komunitas maupun dari perspektif iman Kristen.
Agenda konsultasi akan menghubungkan refleksi biblis-teologis dengan pembahasan mengenai tindakan praktis. Peserta akan diajak mendalami bagaimana pemahaman teologis mengenai martabat manusia dapat diterjemahkan ke dalam dukungan yang lebih kuat bagi perempuan, terutama mereka yang menghadapi kekerasan, diskriminasi, atau hambatan dalam memperoleh hak.
CCA juga menegaskan pentingnya gereja untuk mengenali, mendukung, dan memperkuat suara perempuan. Penekanan ini berkaitan dengan kebutuhan untuk menciptakan ruang yang memungkinkan perempuan berpartisipasi dalam percakapan, pengambilan keputusan, pelayanan, dan advokasi di lingkungan gereja serta masyarakat.
Rangkaian agenda konsultasi
Kegiatan yang dijadwalkan dalam konsultasi mencakup sesi tematik, refleksi biblis-teologis, lokakarya, serta pengembangan kapasitas advokasi. Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan pemahaman iman dengan pengalaman dan kebutuhan nyata di tingkat gereja maupun komunitas.
- Sesi tematik untuk membahas kekerasan berbasis gender, diskriminasi, ketimpangan, serta persoalan yang berkaitan dengan martabat dan hak perempuan.
- Refleksi biblis-teologis untuk menelaah tanggung jawab gereja dalam membangun relasi yang menghormati martabat setiap manusia.
- Lokakarya sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman di antara pemimpin perempuan gereja dari negara-negara Asia Tenggara.
- Pengembangan kapasitas advokasi untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun respons dan pendampingan yang relevan.
- Penyusunan tindakan kolaboratif yang dapat diterapkan di gereja dan komunitas setelah konsultasi berlangsung.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa konsultasi tidak hanya diarahkan pada pembahasan konseptual. Peserta juga akan mengeksplorasi strategi advokasi dan kemungkinan kerja sama lintas gereja. Namun, bentuk akhir tindakan kolaboratif tersebut baru dapat diketahui setelah seluruh proses konsultasi selesai.
Melanjutkan rekomendasi konferensi 2025
Menurut CCA, konsultasi EWAAV Asia Tenggara dibangun berdasarkan rekomendasi Asian Ecumenical Women’s Conference yang berlangsung di Chiang Mai pada 2025. Konferensi tersebut menjadi bagian dari proses yang mendorong keberlanjutan percakapan dan tindakan ekumenis mengenai perempuan di kawasan Asia.
Dengan menjadikan rekomendasi konferensi sebelumnya sebagai landasan, konsultasi di Manila diharapkan menjadi ruang untuk menerjemahkan perhatian bersama ke dalam strategi yang lebih kontekstual. Fokus regional memungkinkan peserta membicarakan tantangan yang muncul dalam kehidupan gereja dan komunitas Asia Tenggara, tanpa mengabaikan keragaman pengalaman di setiap tempat.
Proses lanjutan ini juga memperlihatkan bahwa isu kekerasan berbasis gender dan hak perempuan membutuhkan perhatian yang berkesinambungan. Pertemuan ekumenis tidak berhenti pada pernyataan kepedulian, tetapi berupaya membuka peluang bagi pembelajaran, penguatan kapasitas, dan koordinasi tindakan.
Kerja sama melalui program EWAAV
Konsultasi tersebut diselenggarakan melalui program Ecumenical Women’s Action Against Violence atau EWAAV. Program ini menjadi kerangka kegiatan CCA dalam mendorong tindakan gereja terhadap kekerasan yang dialami perempuan serta persoalan lain yang berkaitan dengan ketidakadilan berbasis gender.
Dalam pelaksanaannya, CCA bekerja sama dengan National Council of Churches in the Philippines. Kemitraan ini berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan di Manila dan mempertemukan jaringan ekumenis regional dengan mitra gereja di Filipina.
Keterlibatan berbagai konstituensi anggota CCA di Asia Tenggara menjadi unsur penting dalam konsultasi. Para pemimpin perempuan gereja membawa konteks, pengalaman, dan kebutuhan yang beragam. Pertukaran tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai cara gereja mencegah kekerasan, mendukung penyintas, menantang diskriminasi, dan memperkuat suara perempuan.
Menanti proses konsultasi berlangsung
Konsultasi EWAAV Southeast Asia di Manila akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 14–16 Oktober 2026. Selama periode tersebut, peserta dijadwalkan mengikuti pembahasan tematik, refleksi, lokakarya, dan proses pengembangan strategi advokasi.
Karena pengumuman CCA diterbitkan pada 13 Oktober 2026, laporan mengenai hasil, kesepakatan, atau rekomendasi final belum dapat disampaikan pada saat berita ini diterbitkan. Perkembangan setelah konsultasi berlangsung perlu didasarkan pada informasi resmi mengenai proses dan hasil pertemuan.
Bagi gereja-gereja di Asia Tenggara, agenda ini menjadi kesempatan untuk memperkuat percakapan ekumenis mengenai martabat dan hak perempuan. Konsultasi tersebut juga menempatkan pencegahan kekerasan berbasis gender sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan refleksi iman, peningkatan kapasitas, dan tindakan kolaboratif di tingkat gereja serta komunitas.