Tiga dosen Sekolah Tinggi Teologi Bandung (STTB) membawa perspektif Indonesia dalam konferensi global Equipping Christian Leadership in an Age of Science (ECLAS) di St John’s College, Durham University, Inggris. Konferensi ECLAS 2026 berlangsung dalam program utama pada 19–22 September 2026 dan mempertemukan pembahasan mengenai hubungan teologi dan sains, pendidikan calon pemimpin gereja, serta keterlibatan gereja dalam isu sains dan teknologi.
Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Sutrisna Harjanto, Dr. Arlina Wiguna, dan Carmia Margaret, M.Th. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari proyek riset global ECLAS yang diikuti STTB sejak 2025. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sutrisna tercatat sebagai pengisi panel “Science for Seminaries: Hopes for the Future”, sedangkan Arlina mewakili Indonesia dalam panel “International Perspectives and Group Reflections”.
Peran dosen STTB dalam konferensi
Panel “Science for Seminaries: Hopes for the Future” menempatkan pendidikan di seminari dan sekolah teologi sebagai salah satu perhatian penting dalam percakapan antara sains dan iman. Partisipasi Sutrisna dalam panel itu mencerminkan keterlibatan STTB dalam membahas bagaimana lembaga pendidikan teologi dapat mempersiapkan pemimpin gereja untuk menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, kehadiran Arlina dalam panel “International Perspectives and Group Reflections” memperluas ruang bagi pengalaman dari konteks non-Barat, termasuk Indonesia. Perspektif internasional diperlukan karena hubungan antara gereja, teologi, dan sains tidak berlangsung dalam situasi sosial, budaya, dan pendidikan yang seragam.
Carmia Margaret juga turut berpartisipasi sebagai bagian dari delegasi STTB. Keterlibatan tiga dosen tersebut menunjukkan bahwa kontribusi STTB dalam proyek ECLAS tidak hanya berlangsung melalui kehadiran individual, tetapi juga melalui kerja akademik yang terkait dengan kebutuhan gereja dan pendidikan teologi di Indonesia.
Agenda ECLAS dan isu yang dibahas
ECLAS berfokus pada upaya mempertemukan teologi dengan perkembangan sains dalam konteks global. Perhatian konferensi mencakup pendidikan teologi, pembentukan kepemimpinan gereja, serta suara gereja dalam perdebatan publik mengenai sains dan teknologi, terutama di tengah era polarisasi.
Konferensi tersebut juga membahas tantangan etis yang muncul dari kemajuan teknologi. Beberapa isu yang menjadi perhatian adalah kecerdasan artifisial atau AI, terapi gen, dan teknologi drone. Perkembangan ini menghadirkan pertanyaan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut martabat manusia, tanggung jawab moral, keadilan, serta cara gereja memberi respons yang bertanggung jawab.
Dengan demikian, teologi tidak ditempatkan sebagai bidang yang terpisah dari perkembangan sains. Sebaliknya, percakapan ECLAS mengarahkan lembaga pendidikan dan gereja untuk mempertimbangkan bagaimana iman Kristen dapat terlibat secara kritis, etis, dan relevan dalam perubahan teknologi.
Keterlibatan STTB sejak 2025
Menurut laporan STTB, kampus tersebut mulai terlibat dalam proyek riset global ECLAS sejak 2025. Keterlibatan itu mencakup sejumlah kegiatan yang berhubungan langsung dengan konteks gereja dan pendidikan teologi di Indonesia.
Salah satu kegiatannya adalah survei nasional mengenai persepsi para pemimpin gereja Indonesia terhadap hubungan antara sains dan iman. Survei ini menjadi langkah untuk memahami cara pemimpin gereja melihat perkembangan ilmu pengetahuan, tantangan teknologi, dan kebutuhan jemaat dalam menghadapi isu-isu tersebut.
STTB juga menyelenggarakan simposium yang membahas teologi digital dan bioetika Kristen. Kedua bidang ini berkaitan dengan perubahan dalam kehidupan masyarakat akibat teknologi digital serta persoalan etis dalam perkembangan biomedis dan ilmu kehidupan.
Selain penelitian dan forum akademik, STTB menguatkan pembahasan mengenai perkembangan sains dalam pembelajaran teologi sistematika. Langkah tersebut menunjukkan usaha untuk menghubungkan materi teologi dengan pertanyaan-pertanyaan baru yang muncul dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perspektif Indonesia dalam percakapan global
Kehadiran dosen STTB dalam konferensi ECLAS 2026 memberi ruang bagi pengalaman Indonesia untuk hadir dalam percakapan global tentang teologi dan sains. Konteks Indonesia memiliki keragaman gereja, masyarakat, tradisi pendidikan, dan tantangan sosial yang dapat memperkaya pembahasan mengenai kepemimpinan Kristen di tengah perkembangan teknologi.
Partisipasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya membangun percakapan dua arah. Lembaga pendidikan teologi di Indonesia tidak hanya menerima gagasan dari forum internasional, tetapi juga dapat menyumbangkan temuan riset, pengalaman pengajaran, dan refleksi teologis yang berangkat dari kebutuhan gereja lokal.
Melalui keterlibatan dalam proyek ECLAS, STTB menghubungkan kerja akademik dengan pertanyaan praktis yang dihadapi gereja. Hubungan antara sains dan iman tidak hanya dibahas sebagai tema teoritis, tetapi juga dikaitkan dengan cara pemimpin gereja mendampingi jemaat, menilai perkembangan teknologi, dan mengambil sikap etis dalam ruang publik.
Membedakan tanggal konferensi dan laporan kegiatan
Laman resmi ECLAS mencantumkan program utama konferensi pada 19–22 September 2026. Sementara itu, laporan STTB bertanggal 24 September 2026 menyebut rentang kehadiran delegasi pada 18–23 September 2026.
Perbedaan rentang tanggal tersebut perlu dipahami secara tepat. Tanggal 19–22 September merujuk pada pelaksanaan utama konferensi, sedangkan rentang 18–23 September menggambarkan periode perjalanan atau partisipasi delegasi STTB di sekitar kegiatan tersebut. Dengan pembedaan ini, informasi mengenai jadwal konferensi dan kegiatan delegasi dapat disampaikan secara akurat.
Konferensi ECLAS 2026 menegaskan kebutuhan akan dialog yang berkelanjutan antara teologi, sains, pendidikan, dan kepemimpinan gereja. Bagi STTB, keterlibatan dalam forum ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan riset dan pembelajaran yang menanggapi perubahan dunia sekaligus berakar pada kebutuhan gereja di Indonesia.